Siwa Bairawa Yang Tercipta Dari Kekacauan

Siwa Bairawa Yang Tercipta Dari Kekacauan

Siwa Bairawa Yang Tercipta Dari Kekacauan

Dalam suatu ketika perjalanan meditasi, aku memasuki alam siwa, salah satu dewa utama hindu, yang memiliki banyak manifestasi, salah satunya adalah yang berwujud bairawa. Ia berkulit biru langit keabu-abuan, ia duduk diatas sebuah batu, telanjang, tubuhnya dililit puluhan ular kobra yang mendesis, ular ular ini adalah siluman-siluman yang juga bhaktanya, melayani, belajar, dan mengabdi pada tuannya sang siwa bairawa.

Alam siwa bairawa ini terasa tenang, abstrak, dan teratur sekali, semua siklus berjalan alami, ada kelahiran, kematian, ada pembunuhan, ada sang pemangsa, ada cinta, bhakti, dan ketulusan. Dalam alam ini siwa mengadakan aktivitas :

  1. Berkulit biru keabu-abuan
  2. Membelah dua bayi yang baru lahir dengan belati, dan memakannya sampai habis, bersih,tanpa darah tercecer di tubuhnya yang kemilau
  3. Meminum darah sampai habis dari mangkuk kapala
  4. Memberikan uang emas dan tulang belulang putih bersih tanpa kotoran dan darah kepada saya sebagai manusia
  5. Siwa dan satu bhakta lelakinya membaptis saya dengan darah manusia segar dari kapala dan dari sebuah tempat penampungan darah
  6. Memberikan aktivitas rahasia kepada saya yang tidak dapat saya ceritakan disini

siwa bairawa

 

Apa arti dari lima aktivitas siwa bairawa tersebut? Baiklah saya jelaskan disini :

Berkulit biru keabu-abuan

Artinya, siwalah kebenaran sejati tanpa dualitas, tetapi ia juga sang dualitas itu sendiri. Kebaikan dan kejahatan adalah sebuah kebenaran, tergantung dari sudut mana kita memandang.

 

Membelah dua bayi yang baru lahir dengan belati, dan memakannya sampai habis, bersih,tanpa darah tercecer di tubuhnya yang kemilau

Artinya fungsi siwa bairawa ini memutus siklus kelahiran kembali, barangsiapa yang memuja siwa dalam wujud bairawa, ia tak segan segan memberikan berkat agar roh kita tidak terlahir di alam bumi ini, tetapi terlahir di alam yang lebih baik, lebih tinggi, seturut karma baik yang kita lakukan dimasa kini.

Darah yang tak tercecer di badan siwa artinya kelahiran kembali kita di alam yang lebih baik, tanpa diikuti oleh energi rajas,energi hawa nafsu dan ego yang besar, jiwa kita cenderung terlahir satwik, suci.

Tubuh siwa tetap suci, kemilau, walau dari kacamata manusia terlihat kejam, jahat, pembunuh bayi-bayi tak berdosa.

 

Meminum darah sampai habis dari mangkuk kapala

Kapala adalah tengkorak manusia yang dibelah dua dan dijadikan mangkuk makanan dan minuman oleh bhakta bairawa dan aghori. Darah disini lambang rajas, egoisme manusia untuk bertahan hidup, ego manusia ini menyebabkan kebodohan, keserakahan, kebencian, saling berkelahi, berperang, membunuh saudaranya sendiri, demi mempertahankan sebuah hal yang dirasa benar oleh golongannya.

siwa bairawa 2

 

Memberikan uang emas dan tulang belulang putih bersih tanpa kotoran dan darah kepada saya sebagai manusia

Uang emas lambang harta, siwa memberikan harta kepada saya, dan kita semua sebagai manusia. Tulang belulang putih bersih artiya ia juga memberikan kesadaran pada saya dan anda sebagai manusia. Mayat yang dibakar, habis semua rambut, kulit, daging, organ dalam, darahnya menguap menjadi asap, yang tersisa yang sulit terbakar ialah tulang belulang, yang paling keras, yang akhirnya menjadi abu.

Harta dan Kesadaran ini diberikan siwa sepaket, tak bisa dipisah, tak bisa hanya memilih harta saja, tak mau melatih kesadaran. Juga tak bisa mencapai kesadaran tanpa bantuan harta benda berupa pengetahuan yang didapat via membaca buku, membaca info di internet yang juga butuh uang untuk membeli kuota. Melakukan pilgrim, perjalanan ke tempat-tempat sakral butuh biaya banyak. Sajen-sajen ritual yang butuh banyak uang untuk membelinya.

 

Siwa dan satu bhakta lelakinya membaptis saya dengan darah manusia segar dari kapala dan dari sebuah tempat penampungan darah

Artinya siwa dan bhaktanya ini memberikan semangat, positive ego kepada saya dan anda agar menjlani hidup dengan penuh semangat, dengan kebaikan kita bekerja mencari harta, dengan harta kita berbuat karma baik, dengan tabungan karma baik kita beraspirasi mencapai alam kematian dan kelahiran yang lebih baik.

 

“Ong Bairawe Ya Namah Swahe”

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *