Kesaksian Erwin Ekaputra Dari Marga Kwee

Kesaksian Erwin Ekaputra Dari Marga Kwee

“Om Swastiastu, Ong Awighnamastu Namo Siddham. Ong Hrang Hring Sah Parama Siwaditya ya Namah. Aku meminta maaf ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi serta Batara-Batari junjungan dan leluhur semuanya, agar saat aku menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang alam bahagia, aku terlepas dari kutuk dan penderitaan. Om Tat Pramadat Kesama Swamam. Hum Phat Swahe.”

Terimakasih saya ucapkan kepada para Ida Sesuhunan / Roh Kudus (yang nama-nama sucinya tak layak saya ucapkan disini) yang menuntun jalan saya dari gelap menuju terangNya yang Ajaib!!
Dewa pelindung marga Kwee yang terhormat, Kong Tek Cun Ong
Kepada pada Dewata dan Buddha
Kepada guru guru suci, nyata dan gaib
Kepada sahabat sahabatku dan keluarga yang telah membantu dalam doa dan yadnya yang tak pernah putus Buyung Benangraja, Dedek Novi, Komang Darmayasa, Sari Murni Asih, Wayan Yudhiantara, Jero Mangku Mengwi, Jero Balian Tohpati, Jero Mangku Agung Alit, Suryaputra Lim, pak Agus Udayana, Suhu Agung, Tante Bertha, Ida Nak Lingsir Istri di Pura Campuhan Windu Segara
Sehingga pada hari suci Saraswati, 4 Juli 2020, saya dapat mengundang dan melinggihkan leluhur dirumah tempat tinggal saya saat ini. Berkat dan pertolongan kalian sangat besar bagi perubahan hidup saya.
Saya melimpahkan doa, niat, dan jasa kebaikan ini kepada semuanya. Om Çantih Çantih Çantih Om 🙏🙏🙏

 

Kenapa Sih Lu Norak Pakai Bersaksi Segala?

Beritakan Kebenaran Sampai Ke Ujung Bumi!! Bukankah kebenaran harus diceritakan dan dipublikasikan agar menolong orang lain yang tengah mengalami penderitaan dan kegelapan batin? Banyak orang tak sadar hidup dalam kegelapan, tidak ada pertolongan dari leluhurnya, mereka mengalami gangguan jiwa, skizofrenia bipolar, OCD, kemiskinan, cacat fisik, sakit aneh tak kunjung sembuh, perceraian, keluarga yang tak akur, dll.

kesaksian erwin

 

Lu Cina (klo ketik Tionghoa kepanjangan) Ya? Kristen Lagi, Kok Ga Malu?

Ya, saya cina, dari marga Kwee, dulu saya kristen, berjemaat di salah satu gereja karismatik terbesar di Bali, saya sudah dibaptis selam dan dibaptis roh kudus, berkata kata, berdoa, bernubuat dalam bahasa roh. Saat ini saya telah menemukan jati diri saya sendiri, saya menjadi hindu, profesi saya Pemangku Balian / Paranormal, saya melayani / ngayah di pura Campuhan Windu Segara. Saya tetap bersujud, bernamaskara pada mantan guru guru suci saya, Yesus Kristus, Aleister Crowley, Bapak Wayan Eka, Konchok Tashi Rinpoche, Sai Baba, dll.

Dulu sebelum melinggihkan leluhur, saya memang saya merasa malu karena saya cina, ada rasa minoritas didalam diri saya ada rasa saya ini orang yg dikucilkan di bangsa ini, inferior complex.

 

Gangguan Apa Yang Lu Alami Pas Ga Pernah Diajarin Sembayang Leluhur?

Banyak bro… Sakit kronis ga kunjung sembuh, kesulitan rejeki, keluarga yang tak akur, OCD, mood swing, keinginan yang tak pernah ajeg, yang konyolnya gw sampe benci ama org cina, malu denger lagu cina, ga suka orang ngomong cina didepan gw.

 

Kenapa Lu Sampe Ga Pernah Sembayang Leluhur? Biasanya Cina Kan Tetep Sembayang Leluhur Walau Dia Agama Laen?

Yah, itu karena ajaran pemuka agama yang dengan egonya mengajarkan orang tua saya tidak boleh sembayangin leluhur, boro-boro ke klenteng, pegang dupa itu sama dengan nyembah setan, dan 100% masuk neraka katanya.
Saya sama sekali tidak menyalahkan orang tua saya, orang tua saya mengajarkan kebaikan dan budi pekerti. Tetapi saya mengutuk dan menyalahkan si pendeta yang dengan egonya ingin mencari jemaat, menyebarkan ajaran sesat ini, memutuskan hubungan saya dengan leluhur saya selama 41 tahun.

 

Kenapa Sih Leluhur Penting? Tuhan Dong Lebih Penting!!

Benar, Tuhan itu penting, tetapi hidupmu akan dipersulit, mengalami banyak kesialan jika tidak menghargai ciptaan-ciptaanNya, dan hierarki kekuasaanNya. Tanpa leluhur hidupmu bakal diguncang habis. Leluhur itu seperti penguasa hidupmu, dewa, buda, bahkan Tuhanmu sendiri, tunduk dengan kuasa leluhurmu. Semua ada hierarkinya, ga bisa kamu main trobos ke pimpinan langsung.
Coba aja di test, lebih cepet mana doamu dijawab, doa ke leluhur apa doa ke Tuhan?

Apa Yang Lu Alami Saat Leluhur Dateng Di Hidup Lu?

Pas menjemput roh leluhur di pantai, rasanya pengen nangis, sedih, kayak keluarga yang lama sekali ga pernah ketemu, sekarang tiba-tiba ketemu!!! Tidak ada mantra, doa, semua hanya air mata haru, bahagia sekali.
Sesampai dirumah saya merasa seperti telah bepergian jauh sekali, lelah, dan asing dengan rumah saya sendiri. Itu sensasinya sementara saja. Keesokan harinya ada perubahan pola pikir semakin membumi, cenderung atheist, tidak ingin melakukan hal hal agamawi, hanya ingin diam, makan, minum, dan bersenang senang.
Hari ketiga barulah saya merasakan netralitas, kembali dapat melakukan aktivitas ritual, sadar akan energi ketuhanan, gaib, dll.

 

Kalo Cina Kan Biasanya Kristen, Buda, Kamu Kok Hindu?

Fisik saya cina, karena dilahirkan dari orangtua cina, leluhur / kawitan saya tentunya cina juga, tetapi sang hyang atma yang bereinkarnasi di tubuh fisik ini menginginkan saya mendalami hindu untuk melunasi karma lampau saya. Bukankah Indonesia ini warna warni, bhineka tunggal ika?

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *