Keanehan Perjalanan Spiritual Masyarakat Indonesia

Keanehan Perjalanan Spiritual Masyarakat Indonesia

Fenomena perjalanan spiritual di indonesia

perjalanan spiritual di indonesia banyak melahirkan fenomena-fenomena menarik, bahkan keanehan pun kerapkali terjadi pada usia muda maupun tua.

 

Terlahir dalam keluarga agamis

Pada umumnya kita yang terlahir di indonesia terlahir di keluarga yang agamis, sejaki kecil kita sudah memiliki label agama tertentu dari orang tua kita. Sewaktu kecil, kita tidak bisa menolak, tetapi setelah dewasa barulah pikiran dan kesadaran kita akan aktif sekali mencari siapa jati diri kita, merasa nyaman atau tidak dengan agama yang kita peluk sejak kecil.

 

perjalanan spiritual

 

 

Fanatisme merusak perumbuhan rohani manusia

Ada kalanya manusia merasa sudah tahu segalanya, sudah mapan dalam satu segi kehidupan, tidak mau belajar dari pemahaman orang lain, sedemikian takutnya akan neraka sehingga menutup diri dari

 

Tekanan hidup memicu perjalanan spiritual

Setelah kita bekerja, kekantor, berhadapan dengan bos, konsumen, rekan sekerja, tekanan hidup mulai berdatangan. Kurangnya penghasilan, ketidaknyamanan dalam pekerjaan, pekerjan yang tidak sesuai minat kita. Setelah menikah, masalah juga mulai berdatangan, baik pasangan yang berubah sifat, mertua yang terlalu ikut campur, anak yang susah diatur, dsb. Semua tekanan hidup ini semakin memupuk pencarian jati diri kita, kenapa saya menderita? apa dosa sayadimasa lampau? apakah dahulu saya orang jahat dan kejam? andai saya bisa hidup tenang, menyepi dari semua masalah hidup ini.

Begitulah beratnya tekanan hidup yang mampu membangkitkan pencarian jati diri manusia melalui perjalanan spiritual yang ditempuhnnya.

 

Panggilan hidup

Beberapa orang juga ada yang mengaku mengetahui dengan jelas jati dirinya sejak kecil, jadi dengan jelas ia melakukan dorongan-dorongan spiritualnya dalam pakem-pakem tertentu, dan tidak berganti-ganti hingga usia tuanya

 

Terjebak dalam dogma universal

Menjadi universal itu bagus, tetapi jika anda tidak punya prinsip hidup dari satu sistem spiritual yang anda yakini, anda akan terjebak di padang gurun spiritual, tertipu, kehausan, dan hanya berputar-putar tanpa sampai pada tujuan.

Hal ini sebenarnya terjadi pada orang yang masih labil rohaninya, yang masih mencari berbagai mantra, rajah, ajaran, campur aduk, akhirnya mengalami stagnasi dalam rohani, yang terburuk dapat berakibat kemunduran dalam berbagai aspek dalam hidupnya.

 

Punya prinsip dan universal

Itulah yang terbaik, punya prinsip spiritual yang jelas, tetap berpikir unversal, dan tidak fanatik. Jadi muslim yang taat dan berpikiran universal, jadi kristen yang taat dan berpikiran universal, jadi hindu yang taat dan berpikiran universal, jadi budhis yang taat dan berpikiran universal, etc, etc.

 

Tuntun orang yang terjebak pada padang gurun spiritual

Setelah anda punya prinsip spiritual yang jelas, sekarang tugas anda haruslah menuntun rekan-rekan anda yang masih terjebak pada padang gurun spiritual, yang masih punya pola pikir pembrontak, tidak punya prinsip ritual yang jelas, yang stagnan pertumbuhan rohaninya. Tuntun mereka untuk menemukan oase, sumber air yang jernih, agar kehausan mereka dipuaskan, dan dapat melanjutkan perjalanan spiritual menuju destinasi mereka.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestDigg this

Share this post

Comments (3)

  • boen swie Reply

    Selamat pagi .

    saya sdh baca artikel diatas yg saya tanyakan adalah terjebak dlm pemahaman agama sehingga orang tdk bisa lagi pemahaman yg lbh tinggi.
    saya orang kristen katolik percaya pada bunda Maria dan Yesus Kristus ,serta Allah Tritunggal Mahakudus sebagai pedoman hidup , saya doa sesuai keinginan saya dengan meminta berkat kesehatan,dan rejeki cukup dan mendoakan anak istri menantu beroleh berkat yg sama ,tapi kadang keinginan terkabul atau tidak , bahkan kadang bertentangan hasilnya.
    saya juga punya teman dia tekun meminta sesuatu
    hampir 90% terkabul ,dia baca novena 9 hari berturut turut dan dia punya keyakinan kuat bahwa doanya terkabul.
    apakah karena saya kurang yakin dengan doa saya karena saya tdk mau mendikte Tuhan sebagai sesembahan saya dan semua saya serahkan padanya sehingga doa saya banyak yg tdk terkabul kadang seperti ada batu sandungan dlm hidup saya kesehatan yg saya minta hanya sesaat yg saya terima dan banyak penyakit spt pusing ,badan sakit hampir tiap hari.
    Saya mohon pencerahan bapak.
    Saya sebelumnya terimakasih atas perhatian bapak.

    Mei 13, 2016 at 5:04 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *