Tiga Bentuk Kekuatan Pikiran Manusia dan Kultivasinya

Tiga Bentuk Kekuatan Pikiran Manusia dan Kultivasinya

3 Jenis kekuatan pikiran manusia

Pikiran manusia adalah suatu hal yang liar dan jika berhasil menaklukkannya akan menjadi sumber kekuatan didalam diri kita. Adapun jenis jenis kekuatan pikiran itu bisa dibagi dalam 3 jenis

  1. Memusatkan pikiran pada objek di luar diri
  2. Memusatkan pikiran pada objek di dalam diri
  3. Memusatkan pikiran pada mantra

 

Memusatkan pikiran pada objek luar diri

Teknik ini melatih pikiran kita untuk selalu bekerja menganalisa objek luar, pikiran bekerja juga karena pengaruh panca indra, dan panca indra terbiasa dengan dunia luar, untuk memudahkan memusatkan pikiran maka kita akan mulai dari dunia luar diri. Mereka bisa berwujud matahari, bulan, bintang, api, api lilin, api dupa, patung, lukisan, foto, rajah, sigil, yantra, angka, huruf, simbol, musik, warna, dll.

kekuatan-pikiran-kali

Pada zaman dahulu, leluhur kita mengajarkan melihat bintang di langit, melihat dupa, pada dasarnya adalah sama yaitu dengan bantuan media luar ini pikiran akan terpusat. Menggunakan foto atau patung bukan berarti menyembah patung atau menyembah photo, karena sifat pikiran yang selalu aktif seperti monyet yang melompat kesana-kemari, maka perlu ada objek tertentu yang bisa menarik perhatiannya dan secara perlahan diarahkan, dipusatkan pada objek tertentu.

 

Memusatkan pikiran pada objek di dalam diri

Selain objek di luar diri, kita juga bisa menggunakan objek di dalam diri kita, yaitu dengan teknik pranayama, memperhatikan keluar masuknya nafas. Bisa juga memusatkannya pada pusat energi di dalam tubuh yang dikenal dengan cakra-cakra, antara lain muladhara (lubang pantat), svadishtana (3 jari diatas kelamin), manipura (pusar), anahata (jantung, ditengah dada), visuddhi (tenggorokan), ajna (titik diantara kedua alis), dan sahasrara (ubun ubun). Pemusatan pada salah satu pusat energi akan memberikan energi positif yang menjernihkan pikiran, mental, dan spiritual kita.

Proses pemusatan pikiran akan berlangsung lebih baik jika pembelajaran tentang kesadaran juga ditingkatkan, jadi ada keseimbangan antara energi dan fungsi yang semestinya.

 

Pemusatan pikiran pada mantra

Mantra berasal dari kata Mananah = Pikiran, dan Tranah = Pengikat. Mantra berarti “Pengikat Pikiran”. Pikiran itu sifatnya selalu aktip bergerak, dalam sepersekian detik, pikiran dapat berubah dari satu hal ke hal lainnya. Untuk memusatkannya, mendiamkannya tidaklah mudah, oleh karena itu perlu sesuatu pengikat agar pikiran bisa dikontrol. Pengikat inilah disebut dengan mantra. Contoh salah satu mantra untuk cakra dasar :

Para pertapa, yogi dan resi pada jaman dulu melakukan penelitian pada diri sendiri, dan pada alam samesta ini,dan menerima wahyu mantra yang kita warisi saat ini. Kekuatan mantra ini bersifat misteri sulit dinalar. Umumnya mantra ini menggunakan nama-nama Tuhan, dan berisi kata-kata pujian dan pujaan pada Tuhan. Mantra ini juga sesungguhnya adalah vibrasi harmonis sehingga keharmonisannya mampu membawa vibrasi pikiran menjadi harmonis dan mudah dikendalikan.

Ada mantra khusus, dan mantra universal. Biasanya mantra universal bisa digunakan oleh siapa saja sesuai dengan namanya universal menembus batas agama dan keyakinan semua orang. Lain hal dengan mantra khusus yang diberikan oleh seorang guru pada muridnya, dimana mantra ini hanya diberikan guru kepada muridnya saja.

Demikianlah uraian kekuatan pikiran dan kultivasinya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestDigg this

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *