Rumus Hukum Sebab Akibat & Logisme Kehidupan

Rumus Hukum Sebab Akibat & Logisme Kehidupan

Rumusan hukum sebab akibat ini, ialah hasil dari perbuatan kita dimasa lampau, dan kita terima saat ini atau nanti

145 bentuk hukum sebab akibat ini merupakan terjemahan singkat dari Sutra Tentang Sebab Akibat Dari Perbuatan Baik dan Buruk. Pernahkah kita berpikir mengapa nasib setiap manusia berbeda? Tahukah anda bahwa itu disebabkan perbuatan dan niat kehendak yang berbeda dari kehidupan masa lampau, yaitu :

1.Dikehidupan lampau dapat menahan / tabah dengan segala macam penderitaan, maka di kehidupan sekarang terlahir dengan wajah rupawan (bagus)
2. Dikehidupan lampau suka marah-marah, maka di kehidupan sekarang akan terlahir dengan wajah yang buruk (jelek)
3. Dikehidupan lampau suka marah-marah, maka di kehidupan sekarang terlahir miskin dan susah
4. Dikehidupan lampau memberikan penghormatan (respek) pada Triratna (Buddha, Dhamma. Sangha), maka di kehidupan sekarang menjadi makmur dan sejahtera
5. Dikehidupan lampau sombong dan suka memandang rendah orang lain, maka di kehidupan sekarang terlahir rendah (miskin) dan susah
6. Dikehidupan lampau menaruh hormat (respek) pada orang lain, maka di kehidupan sekarang terlahir dengan tubuh tinggi besar
7. Dikehidupan lampau meremehkan Dharma yang benar, maka akan terlahir dengan tubuh kecil dan pendek.
8. Dikehidupan sekarang memiliki sifat yang galak dan tidak mau mengakui kesalahan, maka di kehidupan lampaunya adalah seekor kambing
9. Dikehidupan sekarang terlahir dengan mata merah, karena di kehidupan lampaunya kikir akan cahaya (tidak mau berdana penerangan)

hukum sebab akibat

10. Dikehidupan sekarang memiliki mata yang kecil bagai burung gereja, karena pada kehidupan lampaunya menjahit mata burung
11. Dikehidupan sekarang terlahir bisu, karena di kehidupan lampau memfitnah Dharma yang benar
12. Dikehidupan sekarang terlahir tuli, karena pada kehidupan lampau tidak suka mendengarkan Dharma yang benar
13. Dikehidupan sekarang terlahir dengan gigi yang rusak dan ompong, karena pada kehidupan lampau suka menggerogoti tulang-tulang dan daging
14. Dikehidupan sekarang terlahir dengan penyakit gangguan hidung, karena pada kehidupan lampau tidak membakar dupa yang baik untuk Buddha
15. Dikehidupan sekarang terlahir dengan bibir pecah bagai kelinci, karena pada kehidupan lampau suka memancing ikan
16. Dikehidupan sekarang tubuh kulitnya hitam, karena pada kehidupan lampau suka meletakkan arca Buddha dekat tempat asap di bawah atap
17. Dikehidupan sekarang terlahir cacat kaki dan tangan, karena pada kehidupan lampau tidak menaruh hormat (respek) pada guru dan senior
18. Dikehidupan sekarang terlahir bongkok, karena pada kehidupan lampau mengenakan pakaian seadanya (tidak sopan) membelakangi arca Buddha
19. Dikehidupan sekarang memiliki leher yang pendek, karena pada kehidupan lampau suka pada waktu melihat senior mengelak dan menghindar
20. Dikehidupan sekarang menderita sakit pada hati, karena pada kehidupan lampau suka membacok dan menusuk tubuh pada makhluk
21. Dikehidupan sekarang sering menderita batuk, karena pada kehidupan lampau memberikan makanan dingin pada orang lain pada saat musim dingin
22. Dikehidupan sekarang tidak memiliki putra dan putri, karena pada kehidupan lampau suka membunuh ayam dan burung
23. Dikehidupan sekarang memiliki banyak anak dan cucu, karena pada kehidupan lampau suka menolong dan merawat makhluk hidup
24. Dikehidupan sekarang memiliki umur panjang, karena pada kehidupan lampau memiliki cinta kasih tidak melakukan pembunuhan makhluk hidup
25. Dikehidupan sekarang berumur pendek, karena pada kehidupan lampau suka membunuh makhluk hidup.
26. Dikehidupan sekarang menjadi kaya raya, karena pada kehidupan lampau suka berdana
27. Dikehidupan sekarang terlahir pintar dan cerdas, karena pada kehidupan lampau suka membaca sutra dan belajar
28. Dikehidupan sekarang terlahir bodoh, karena pada kehidupan lampau menjadi binatang
29. Dikehidupan sekarang memiliki temperamen yang tidak sabar, karena pada kehidupan lampau menjadi kera / monyet
30. Dikehidupan sekarang banyak menderita sakit berat, karena pada kehidupan lampau suka merusak / menfitnah Triratna (Buddha, Dharma, dan Sangha)
31. Dikehidupan sekarang kaki dan tangan terasa tidak baik dan tidak sehat, karena pada kehidupan lampau suka mengikat kaki dan tangan makhluk hidup
32. Dikehidupan sekarang memiliki sifat jahat, karena kehidupan lampau terlahir sebagai ular atau kalajengking
33. Dikehidupan sekarang memiliki tubuh yang baik dan anggun, karena kehidupan lampau hidup melaksanakan sila (pengendalian)
34. Dikehidupan sekarang enam inderanya tidak sempurna, karena pada kehidupan lampau sering melanggar sila
35. Dikehidupan sekarang tidak suka kebersihan, karena kelahiran lampaunya menjadi babi
36. Dikehidupan sekarang suka menyanyi dan menari, karena kehidupan lampaunya sebagai penyanyi atau penghibur
37. Dikehidupan sekarang begitu serakah, karena kehidupan lampau menjadi anjing
38. Dikehidupan sekarang menderita tumor pada leher, karena kehidupan lampau suka makan sendiri
39. Dikehidupan sekarang mulutnya mengeluarkan bau yang tidak sedap (bau busuk), karena pada kehidupan lampau suka mencaci maki orang lain
40. Dikehidupan sekarang memiliki lidah yang pendek, karena kehidupan pada lampau suka mencaci maki senior di belakangnya (tanpa diketahui orangnya)
41. Bila suka menganggu dan berzinahh pada wanita lain, akan terlahir sebagai angsa atau itik/bebek
42. Bila suka berzinah terhadap sembilan kelompok keluarga/family sendiri, setelah mati terlahir jadi burung merak
43. Kikir pada kitab suci, tidak mau meminjamkan pada orang lain dan tidak mengajarkan kebijaksanaan kepada orang lain, akan terlahir sebagai ulat kayu
44. Suka menunggang kuda dan memanah akan terlahir di tempat yang gersang dan tertinggal
45. Suka berburu dan membunuh, akan terlahir sebagai harimau atau serigala
46. Suka mengenakan pakaian warna-warni, akan terlahir sebagai unggas/burung-burung
47. Suka mengikuti nada bahasa orang lain (mengejek), akan terlahir sebagai burung kakak-tua
48. Suka menceritakan / menyebarkan keburukan orang lain, maka akan terlahir sebagai ular kobra
49. Dengan kasar mencelakakan dan menfitnah orang lain, akan terlahir sebagai ulat
50. Suka menyiarkan berita-berita buruk, akan terlahir sebagai burung
51. Suka menyumpahi agar orang lain kena celaka, maka akan terlahir sebagai binatang rase liar
52. Suka mengagetkan orang lain, akan terlahir sebagai binatang serangga
53 Dikehidupan lalu suka menguasai makanan orang lain, sekarang terlahir sebagai burung pematuk kayu
54. Mencuri air milik bhiksu (Sangha), kelak terlahir sebagai binatang penyu laut
55. Mengotori lantai tempat kediaman pada bhiksu, akan terlahir sebagai kutu serangga
56. Mencuri buah-buah makanan para bhiksu (Sangha), akan terlahir sebagai cacing tanah
57. Dikehidupan lalu mencuri barang-barang milik bhiksu (Sangha), maka terlahir sebagai lembu atau keledai
58. Memaksa pinjam barang pada bhiksu (Sangha), akan terlahir sebagai burung merpati
59. Mencaci maki para bhiksu (Sangha), maka akan terlahir sebagai kutu sapi
60. Memakan makanan sayur para bhiksu (Sangha), alam terlahir sebagai kutu sayur
61. Mengunakan dan mengambil barang-barang milik bhiksu (Sangha), akan terlahir sebagai kutu terbang (laron)
62. Berdandan medok dan merokok masuk ke vihara akan terlahir sebagai burung dengan paruh yang jelek / buruk
63. Suami-istri tinggal bersama di dalam vihara (tidur bersama), pada kelahiran berikutnya akan terlahir sebagai kutu serangga berkepala hijau
64. Duduk di atas pagoda (candi) Buddha, akan terlahir sebagai binatang unta
65. Memakai sepatu / sandal masuk vihara (altar), di kehidupan berikutnya akan terlahir sebagai binatang kodok bangkong
66. Waktu mendengarkan ceramah sutra, tetapi tidak mendengarkan malah berbicara / ngobrol, maka di kehidupan berikutnya akan terlahir sebagai burung banyak celoteh
67. Menodai kesucian bhiksu-bhiksuni, akan terlahir di neraka dan tersiksa. Sang Buddha memberitahu Ananda : orang-orang yang datang ke vihara terdapat dua macam niat. Yang pertama dengan niat dan hati yang saleh. Sedangkan yang kedua dengan hati dan tujuan tidak baik
68. Jika datang ke vihara, menghormat pada Buddha dan anggota Sangha bertanya tentang makna sutra, menerima sila, bertobat, mendukung Triratna, tidak takut berkorban, membantu pengembangan Maha Dharma, itulah orang saleh utama
69. Bila datang ke vihara, hanya minta barang kepada bhiksu, memaksa untuk pinjam barang serta mencari-cari kesalahan para bhiksu. Berniat jahat untuk merusak nama baik bhiksu, memakan makanan para bhiksu, tidak ada rasa malu, bahkan membawa pulang makanan dan buah-buahan dari vihara ke rumah. Orang-orang demikian setelah meninggal dunia akan terlahir di neraka dengan segala macam penderitaannya. Inilah orang yang paling jahat menerima akibatnya
70. Pada kehidupan sekarang merampas dan merampok pakaian orang lain, setelah meninggal terjatuh di neraka beku yang dingin, masa hukumannya habis dilanjutkan kehidupan selanjutnya menjadi ulat sutra
71. Tidak suka menyalakan lampu dan penerangan untuk kitab-kitab Buddha dan arca Buddha, setelah meninggal terjatuh di alam neraka yang gelap
72. Dikehidupan sekarang suka membunuh dan membantai para makhluk, setelah meninggal terjatuh di alam neraka gunung pisau dan pohon pedang yang penuh penderitaan dan siksaan
73. Dikehidupan sekarang suka berburu dan membunuh, setelah meninggal terjatuh di alam neraka gergaji besi
74. Dikehidupan sekarang sering melakukan perbuatan sesat dan jahat, setelah meninggal dunia terlahir di alam nereka yang penuh penderitaan bagai tergencet tiang perunggu dan ranjang besi
75. Dikehidupan sekarang banyak istri dan selir, setelah meninggal terjatuh di alam neraka tersiksa dan digencet / dipukul logam besi
76. Di kehidupan sekarang memiliki banyak suami, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka tersiksa oleh binatang ular berbisa
77. Di kehidupan sekarang suka membakar dan memanggang burung dan ayam, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang penuh penderitaan dengan siksaan debu sungai
78. Di kehidupan sekarang suka membunuh babi dan ayam, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang penuh penderitaan dengan direbus air menjadi kuah
79. Di kehidupan sekarang suka mengurung dan menganiaya babi dan anjing, maka setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang penuh penderitaan dengan pukulan batu-batu tajam
80. Di kehidupan sekarang suka minum alkohol dan bermabuk-mabukan, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang penuh penderitaan karena siksaan air timah
81. Di kehidupan sekarang sering melakukan pembunuhan dan pembataian makhluk hidup, maka setelah meninggal dunia akan terlahir di alam nereka yang penuh penderitaan karena siksaan roda besi
82. Di kehidupan sekarang sering melakukan pencurian buah-buahan makanan milik bhiksu (Sangha), maka setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang penuh penderitaan karena disiksa menelan biji-biji besi
83. Di kehidupan sekarang suka makan daging babi dan anjing, maka setelah meninggal akan terlahir di alam neraka yang penuh penderitaan karena disiksa dengan kotoran-kotoran
84. Di kehidupan sekarang menjual ikan hidup, setelah meninggal terlahir di alam neraka yang menderita dengan siksaan alat pembajak tanah
85. Di kehidupan sekarang ibu tiri menyiksa anak-anak yang bukan anak kandungnya sendiri (menyiksa anak-anak dari ibu sebelumnya / anak orang lain), setelah meninggal dunia akan terlahir di alam nereka yang menderita dengan siksaan kendaraan api
86. Di kehidupan sekarang sering mengadu domba, maka setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang menderita dengan siksaan bajak besi
87. Di kehidupan sekarang suka mencaci maki orang, akan terlahir di alam neraka yang menderita dicabut lidahnya
88. Di kehidupan sekarang suka berbohong (dusta) akan terlahir di alam neraka dengan siksaan memakan jarum besi
89. Di kehidupan sekarang suka membunuh makhluk hidup untuk upacara memuja dewa sesat, maka setelah meninggal dunia terjatuh ke alam neraka dengan siksaan tubuhnya di pahat besi
90. Di kehidupan sekaranga menjadi Guru Feng-shui, Pengurus kematian atau penguburan (peramal yang menentukan hari penguburan/kremasi dan letak posisi peti mati yang bersifat komersial dan cari untung), Peramal Nasib, menipu uang dan harta orang lain, setelah meninggal dunia terlahir di alam neraka yang berbentuk penjara besi dan perunggu. Mengalami penderitaan karena tubuh dan tulang jasmaninya dipatuk burung, menerima penderitaan yang tak terhingga
91. Di kehidupan sekarang menjadi “dukun” dan menipu harta dan benda orang lain, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang berbentuk gunung daging
92. Di kehidupan sekarang menjadi “dukun” yang menipu orang lain dengan mengatakan dapat pergi ke alam dewa untuk menghidupkan orang mati, maka setelah meninggal dunia akan terlahir di alam nereka dengan penderitaan punggungnya dibacok / ditebas
93. Di kehidupan sekarang menjadi dukun yang mengajarkan orang untuk membunuh makhluk hidup untuk upacara, mendatangkan kutukan bagi makhluk hidup dan alam, maka setelah kematiannya akan terjatuh di alam neraka dengan penderitaan mata terpotong dan matanya terpatok
94. Di kehidupan sekarang menjadi “dokter”, tak dapat menyembuhkan penyakit pasien malah menipu harta dan uang pasien, maka setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang penuh penderitaan tertusuk jarum dan seluruh tubuhnya terbakar api
95. Di kehidupan sekarang merusak vihara dan pagoda, menodai bhiksu-bhiksuni, tidak berbakti kepada orang tua, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam Neraka Avici, merasakan delapan penderitaan neraka besar, 136 penderitaan kecil, menerima penderitaan satu sampai lima kalpa baru bisa keluar. Jikalau tidak menemukan orang bijak yang membimbingnya, maka akan cepat terjatuh kembali ke neraka menerima penderitaan kembali.
96. Lahir sebagai manusia berbadan tinggi, kotor dan suka marah-marah tanpa alasan, di kehidupan lampaunya adalah seekor unta
97. Lahir sebagai manusia yang suka berjalan kaki, tidak takut bahaya dan sulit untuk memenuhi keinginan makan (nafsu makan), kelahiran sebelumnya sebagai kuda
98. Lahir sebagai manusia tidak takut panas dan dingin, daya ingatannya lemah, kelahiran sebelumnya adalah seekor lembu/sapi
99. Lahir sebagai manusia, merasa dirinya hebat, berbicara besar tidak rendah hati, tidak bisa membedakan yang benar dan salah, kehidupan sebelumnya adalah seekor keledai
100. Lahir sebagai manusia yang suka makan daging dan jiwanya berani, kehidupan sebelumnya adalah seekor singa
101. Lahir sebagai manusia, bermata besar, sering keluar rumah, tidak ada perhatian dengan istri, kehidupan sebelumnya adalah seekor harimau
102. Lahir sebagai manusia yang berbulu panjang dan bermata kecil, suka menukar tempat tinggal, kelahiran sebelumnya adalah seekor burung
103. Terlahir sebagai manusia yang sifatnya tidak menentu dan suka berubah, suka membunuh serangga, kelahiran sebelumnya adalah seekor rase
104. Terlahir sebagai manusia gagah pemberani, nafsu birahinya sedikit, tidak sayang pada istri, kehidupan sebelumnya sebagai serigala
105. Terlahir sebagai manusia yang tidak suka berpakaian bagus (rapi) suka menangkap perkara-perkara asusila dan pelanggaran-pelanggaran, waktu masih kecil matanya galak dan suka marah, kelahiran sebelumnya adalah seekor anjing
106. Terlahir sebagai manusia yang suka mengumbar birahi, suka bicara dan bercanda asusila, kelahiran sebelumnya adalah seekor burung kakak-tua
107. Terlahir sebagai manusia yang suka di tengah-tengah banyak orang, gemar berbicara banyak dan menggangu orang, kehidupan sebelumnya adalah seekor burung
108. Terlahir sebagai manusia yang bertubuh pendek, suka gonta-ganti pasangan / pacar, kelahiran sebelumnya seekor burung gereja
109. Terlahir sebagai manusia yang matanya merah dan giginya pendek (kecil), berbicara mengeluarkan liur, cara tidurnya melingkar, kelahiran sebelumnya adalah ular
110. Terlahir sebagai manusia yang tidak tahu benar dan salah, nada suaranya penuh kebencian, kelahiran sebelumnya adalah ulat dalam kayu
111. Terlahir sebagai manusia yang suka menyendiri dan rakus, di malam hari sedikit tidurnya, kelahirannya sebelumnya adalah seekor rase
112. Terlahir sebagai manusia yang suka mencuri, serakah dan pendendam, tidak bisa membedakan kerabat atau bukan, kelahiran sebelumnya adalah seekor tikus
113. Terlahir sebagai manusia suka menghancurkan pagoda dan merusak vihara, menyembunyikan barang-barang milik Triratna untuk dipergunakan secara sembrono bagai milik sendiri, setelah meninggal dunia terlahir di neraka Avicci, setelah mengalami penderitaan neraka akan terlahri sebagai binatang, seperti : burung merpati, mandarin duck (bebek yuan-yang), burung kakak-tua, burung kecil, ikan, penyu, kera, dan manjangan. Kalau terlahir sebagai manusia akan menjadi waria atau wanita penghibur
114. Terlahir sebagai orang yang suka marah (emosional tinggi) akan terlahir sebagai ular berbisa, singa, harimau, serigala, beruang, rase, dan burung rajawali. Kalau terlahir kembali sebagai manusia suka memelihara babi dan ayam, menjadi tukang jagal, pemburu atau sipir penjara. Orangnya bodoh tidak memiliki nalar dengan baik. Setelah kematiannya akan terlahir sebagai gajah, babi, sapi, dan kambing, kutu-lembu, nyamuk, semut. Jika terlahir sebagai manusia akan menjadi tuna rungu, tuna netra dan bisu, tubuhnya tidak sempurna, bongkok dan tidak dapat menerima pelajaran Buddhadharma
115. Terlahir menjadi manusia yang sombong, suka menghina (merendahkan) orang lain, setelah kematian terlahir sebagai ulat kotoran unta, keledai, anjing dan kuda. Kalau terlahir sebagai manusia menjadi pembantu dan budak, miskin dna menjadi pengemin, dipandang rendah oleh banyak orang lain
116. Lahir sebagai manusia semasa menjadi pejabat menyalahgunakan kekuasaan, memeras dan mengambil barang-barang milik rakyat, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka yang menyerupai gunung daging, banyak setan memotong dan menyantap tubuhnya
117. Di kehidupan sekarang suka memaksa orang lain berdiri tanpa istirahat, setelah meninggal dunia terlahir sebagai gajah putih, hanya bisa berdiri tidak dapat tidur berbaring
118. Di kehidupan sekarang melanggar peraturan sila untuk makan malam, maka setelah meninggal dunia akan terlahir sebagai setan kelaparan, dalam masa yang panjang tidak dapat minum dan makan. Bila ingin makan mulutnya mengeluarkan api dan asap
119. Di kehidupan sekarang suka bertelanjang badan dan menampilkan tubuhnya (porno-aksi), setelah kematiannya akan terlahir sebagai burung yang kedinginan
120. Di kehidupan sekarang saat melaksanakan Atthasila suka menyimpan makanan dan sembunyi makan, setelah meninggal dunia akan terlahir di alam neraka dengan penderitaan siksaan besi panas. Bila terlahir sebagai manusia menderita sakit tenggorokan dan mati pada usia muda
121. Di kehidupan sekarang saat bernamaskara tidak menyentuh tanah, maka setelah meninggal dunia di alam neraka tergantung. Bila terlahir kembali menjadi manusia suka melakukan pembohongan
122. Di kehidupan sekarang menghormat Buddha tidak beranjali, maka setelah meninggal dunia terlahir di tempat terpencil, senantiasa bekerja sangat letih tetapi tidak ada hasil
123. Di kehidupan sekarang mendengarkan bhiksu membunyikan gong (Imkeng) tetapi tidak berdiri memberi jalan, maka setelah kematiaannya akan terlahir sebagai ular kobra yang besar dan digerogoti oleh ulat-ulat kecil.
124. Di kehidupan sekarang memberikan hormat dengan salam soja kepada Buddha (tidak beranjali), setelah kematiannya terlahir di neraka. Bila terlahir sebagai manusia sering menjumpai hal-hal yang buruk
125. Di kehidupan sekarang beranjali dan kelima bagian tubuh (kepala, dua tangan dan dua lutut) menyentuh lantai (bumi), dengan tulus hati menghormati para Buddha, senantiasa terlahir dengan wajah agung dan hidupnya bahagia
126. Di kehidupan sekarang sering marah dan rakus makan, kehidupan lampaunya menjadi orang gila
127. Dikehidupan sekarang memiliki mata melotot keluar dan juling, karena kehidupan lampaunya suka sesat melirik istri atau perempuan milik orang lain
128. Di kehidupan sekarang melindungi (membantu) istri tetapi mencaci-maki ayah-ibu, setelah kematiannya terlahir di alam neraka dengan penderitaan lidahnya dipotong
129. Di kehidupan sekarang membangun pagoda dan vihara, kehidupan yang akan datang terlahir menjadi raja.
130. Di kehidupan sekarang sebagai pejabat pemerintahan dan melindungi Vihara Buddha, kehidupan akan datang pasti terlahir menjadi perdana menteri atau menteri besar, pembesar (negarawan/bangsawan) dan pejabat pemerintah, sandang pangannya (termasuk pakaian dan kendaraannya) berkecukupan
131. Di kehidupan sekarang tubuhnya mempraktikkan kebaikan menjadi suri tauladan untuk menggugah orang lain, melakukan banyak kebajikan, maka di kehidupan akan datang terlahir menjadi orang kaya raya, dihormati banyak orang, dan semua berjalan dengan lancar
132. Di kehidupan sekarang suka menyalakan lampu penerangan, di kehidupan akan datang terlahir di alam dewa surya rembulan
133. Di kehidupan sekarang suka berdana dengan cinta kasih, merawat makhluk hidup, maka kehidupan akan datang terlahir menjadi kaya raya
134. Di kehidupan sekarang suka berdana makanan dan minuman, maka kehidupan yang akan datang peroleh makanan dan minuman berkecukupan, badan jasmaninya kuat, panjang usia, pintar dan bijaksana. Bila berdana kepada para binatang akan memperoleh seratus kali lipat pahala rejekinya
135. Berdana kepada orang yang tidak punya benih (akar) kebajikan, peroleh kebaikan beribu kali ganda
136. Berdana kepada bhiksu yang mentaati sila akan peroleh sepuluh ribu kebaikan
137. Berdana kepada bhiksu yang menyebarluaskan Sutra Mahayana, menjabarkan ajaran-ajaran rahasia Tathagata, agar banyak orang terbuka mata hatinya (sadar), akan memperoleh paha kebajikan yang tak terhingga
138. Memberikan persembahan kepada para Buddha dan Bodhisattva, akan memperoleh pahala kebajikan yang tak terbatas
139. Berdana dan merawat orang tua atau berdana kepada orang sakit, juga akan memperoleh pahala kebajikan yang tak terbatas
140. Di kehidupan sekarang membantu (memberikan kemudahan) para bhiksu untuk mandi, kehidupan akan datang terlahir dengan wajah agung dan rupawan, akan dihormati banyak orang
141. Di kehidupan sekarang suka memuji orang yang menguasai makna dan pembacaan sutra, di kehidupan akan datang terlahir dengan suara merdu, membuat orang yang mendengarkan hatinya penuh kegembiraan
142. Di kehidupan sekarang gembira melaksanakan sila, kehidupan akan datang terlahir memiliki wajah baik dan rupawan
143. Di kehidupan sekarang menggali sumur dan memberikan air kepada banyak orang, menanam pohon agar orang banyak bisa berteduh dan menyejukkan, kehidupan akan datang terlahir menjadi raja dengan makanan dan minuman yang berkecukupan
144. Di kehidupan sekarang suka menyalin sutra dan dibagikan kepada orang untuk dibaca, kehidupan akan datang terlahir memiliki talenta dalam bicara, belajar Dharma menjadi mudah dan memperoleh pencerahan, mendapat perlindungan dan bimbingan dari para Buddha dan Bodhisattva, sering menjadi pemimpin orang banyak
145. Di kehidupan sekarang suka membantu membuat jembatan dan kapal untuk membantu orang menyeberang, maka kehidupan akan datang terlahir dengan memiliki tujuh macam ratna manikam, banyak orang menghormati dan melayani

 

Pandangan Buddha tentang hukum sebab akibat

Sang Buddha memberitahu kita, semua penderitaan itu disebabkan melakukan sepuluh karma buruk. Karma Buruk bagian atas terlahir di alam neraka, bagian Bawah terlahir di alam setan kelaparan, bagian Menengah terlahir di alam binatang. Melakukan sepuluh karma buruk akan terlahir di tiga alam celaka (penderitaan). Seandainya terlahir sebagai manusia, akan memperoleh dua hal, yaitu penderitaan dan pembalasan.

hukum sebab akibat 2

1. Membunuh, akibatnya berumur pendek dan banyak penyakit
2. Mencuri, akibatnya menjadi miskin dan tidak bisa menjaga harta benda
3. Berzinah, akibatnya pasangan hidup tidak setia dan suami istri suka bertengkar, tidak sejalan dengan harapan pribadi
4. Berdusta, akibatnya sering difitnah dan ditipu serta dibohongi
5. Suka mengadu domba (merusak hubungan satu sama lainnya), akibatnya mendapatkan keluarga berantakan (hancur) dan anggota keluarga yang tidak baik
6. Bicara jahat (kotor), akibatnya akan sering mendengar caci maki dan ucapannya disanggah orang lain atau pembicaraannya selalu diperdebatkan orang lain
7. Bicara yang tidak bermanfaat (gosip atau bicara tidak ada artinya), akibatnya walaupun berbicara benar tidak ada yang percaya dan kata-katanya tidak dapat terlaksana
8. Serakah, akibatnya keserakahan akan harta dan selamanya tidak puas, juga keinginan dan harapannya tidak didapat yang sesuai kemauannya
9. Kebencian (jahat dan dendam), akibatnya sering dipersulit dan sering dibuat marah serta dilukai oleh orang lain
10. Memiliki pandangan salah dan sesat, akibatnya akat terlahir di keluarga sesat, sering menderita rendah diri serta segala sesuatu berjalan tidak ideal

Demikianlah Sang Buddha memberitahu kepada kita, tentang hukum sebab akibat, dalam pembabaran sutra sudah banyak contoh tentang hukum sebab akibat. Hendaknya kita rajin mempelajari dan melatih diri, agar dapat menyingkirkan penderitaan dan kesulitandi hidup saat ini. Dikutip dari “Sutra Tentang Sebab Akibat Perbuatan Baik dan Buruk”. (Maha Tripitaka jilid XXVIII halaman 920) Sumber : Majalah Harmoni No. 23/02/IV/Har/12.

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestDigg this

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *