Ganja, Nabi Musa, & Shamanisme Dalam Alkitab

Ganja, Nabi Musa, & Shamanisme Dalam Alkitab

Ganja / Kaneh-Bosm / קְנֵה-בֹשֶׂם

Bukti pertama dari penggunaan ganja pada bangsa yahudi kuno ditemukan pada tahun 1936 oleh Sula Benet, seorang etimologis Polandia dari Lembaga Ilmu Antropologi Warsawa. Penggunaan ganja muncul beberapa kali di seluruh kitab Perjanjian Lama, dalam teks Ibrani asli dari Alkitab ada referensi untuk ganja, baik sebagai dupa, yang merupakan bagian integral dari ritual agama, dan sebagai zat yang memabukkan.

Benet menunjukkan bahwa kata untuk ganja adalah Kaneh-Bosm, juga diberikan dalam bahasa Ibrani tradisional Kaneh atau Kannabus. Kata ini muncul lima kali dalam Alkitab, yaitu dalam kitab Keluaran, Kidung Agung, Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel.

Kata Kaneh-Bosm (kanebas / kanebiys / kanebos, קְנֵה-בֹשֶׂם) telah salah diterjemahkan sebagai Calamus, tanaman rawa biasa dengan nilai moneter kecil yang tidak memiliki kualitas atau nilai ekonomis. Kesalahan terjadi dalam terjemahan bahasa ibrani ke yunani dari Alkitab Ibrani, Septuaginta di abad ketiga SM, dan diulang dalam banyak terjemahan sesudahnya.

ganja

 

Ganja & Nabi Musa

Penyebutan pertama kaneh-bosm dalam alkitab muncul dalam shamanisme / kenabian Musa. Pada awal panggilannya, Musa menemukan malaikat Tuhan di nyala api dari dalam semak-semak. Sula Benet menjelaskan referensi ini sebagai berikut, karakter suci ganja tertulis dalam kitab Keluaran 30: 22-33, di mana Musa diperintahkan oleh Allah untuk melumuri kemah pertemuan dan segala perabotannya dengan minyak herbal yang mengandung ganja.

Pelumuran benda-benda suci dengan minyak ganja adalah sebuah tradisi kuno bangsa Israel, dimana minyak suci itu tidak akan digunakan untuk tujuan duniawi. Terutama untuk upacara pelantikan raja Israel dan Imam (orang suci). Minyak lulur dibuat dengan ganja memang bersifat psikoaktif dan telah digunakan oleh kelompok-kelompok okultis abad ke-19 dan penyihir abad pertengahan.

minyak-urapan-ganja

Bukti arkeologis dari Professor Herbert Niehr dari Tübingen University, pada jaman nabi Musa, ganja digunakan sebagai halusinogen topikal oleh para penyembah Dewi Asyera, Ratu Surga yang disebut juga Dewi Ibrani. Dewi Asyera ini dikenal sebagai istri dari Yahweh / YHVH

Moreover the spake unto Moses, saying, Take thou also unto thee principal spices, of pure myrrh five hundred shekels, and of sweet cinnamon half so much, even two hundred and fifty shekels, and of sweet KANEH-BOSM two hundred and fifty shekels, and of cassia five hundred shekels, after the shekel of the sanctuary, and of oil olive an hin. And thou shalt make it an oil of holy ointment, an ointment compound after the art of the apothecary, it shall be an holy anointing oil.  -Exodus  30 : 22-25

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Ambillah rempah-rempah pilihan, tetesan mur lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, dua ratus lima puluh syikal GANJA, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal, dan kayu akasia lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal suci, dan minyak zaitun satu hin. Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang suci, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang apothecary / herbalis, itulah yang harus menjadi minyak urapan yang suci.”  -Keluaran 30 : 22-25

 

Merokok Ganja didalam Kemah

Karena belum ditemukannya pipa rokok / cangklong / bong, maka para imam yahudi merokok ganja dan rempah lainnya didalam kemah, sehingga lebih banyak asap yang dihirup, tidak terbuang keluar karena angin. Dalam riset terakhir bangsa Scythians kuno yang bersifat nomaden yang melakukan perjalanan dan menetap secara luas di seluruh Eropa, Mediterania, Asia Tengah, dan Rusia. Mereka membakar ganja didalam kemah kecil dan menghirup asapnya untuk tujuan ritual dan rekreasi.

Musa dan para imamnya membakar dupa dan menggunakan salep suci dalam kemah pertemuan portabel, kemah ini dikenal sebagai Tabernakel. Seperti ganja yang tertulis di alkitab sebagai dupa, ada kemungkinan bahwa Musa dan para imam Lewi merokok ganja dan serbuk sari, membakar dupa, bersamaan dengan memakai salep seperti yang diperintahkan Allah didalam alkitab.

And when Aaron lighteth the lamps at even, he shall burn incense upon it, a perpetual incense before the throughout your generations.  -Exodus 30 : 8

Apabila Harun menyalakan lampu-lampu itu pada waktu senja, ia juga harus membakar dupa, sebagai persembahan yang tetap di hadapan TUHAN di antara generasimu turun-temurun.  –Keluaran 30 : 8

Tuhan Didalam Asap

Mengingat bahwa bangsa Scythians dan Israel terlibat dalam perdagangan barang dan ilmu pengetahuan, tidak mengherankan untuk menemukan teknik yang sama menggunakan tenda untuk merokok ganja mempertahankan asapnya agar tidak terbuang keluar. Sebuah pembacaan Perjanjian Lama mengungkapkan bahwa Yahweh “datang ke Musa dari tengah-tengah awan” dan bahwa awan ini berasal dari asap yang dihasilkan oleh pembakaran dupa herbal dan ganja.

Mengingatkan pada nabi persia Zoroaster, yang mendengar suara tuhannya, Ahura Mazda, sementara dalam keadaan ekstasi shamanisme yang dihasilkan oleh merokok ganja. Para pendeta Delphi di Yunani Delphi juga mengungkapkan nubuatan dari belakang tabir asap yang memabukkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa ilham atau pewahyuan yang didapat dari penggunaan ganja, apakah dihirup di dalam kemah Tabernakel atau dioleskan pada tubuh, bisa saja ditafsirkan oleh Musa sebagai pesan dari Tuhan. Hal ini mirip dengan dukun yang modern yang menafsirkan pengalaman mereka dengan tanaman halusinogen sebagai penyampai wahyu ilahi.

 

Lukisan Yesus & Daun Ganja

Lukisan yang dibuat pada abad ke-12 ini bernama “Yesus Menyembuhkan Orang Buta” dari Basilika, Gereja Katedral di Santa Maria Nuova, Monreale, Sisilia – Itali. Jelas sekali lukisan ini menggambarkan tentang bentuk daun ganja yang tumbuh diatas perbukitan.

ganja yesus

yesus-ganja

 

Ganja Dalam Kitab Suci Veda

Dalam kitab suci hindu, Veda, tepatnya di Atharva Veda, Bab 11, Sloka 8/6, Ayat 15, tertulis kata भङ्ग / hemp / bhang, yang berarti ganja.

पञ्च राज्यानि वीरुधां सोमश्रेष्ठानि ब्रूमः।
दर्भो भङ्गो यवः सह ते नो मुञ्चन्त्व् अंहसः॥

We speak to the five kingdoms of the plants with soma the most excellent among them. The darbha-grass, hemp, and mighty barley: they shall deliver us from calamity!

Salah satu lukisan kuno yang menunjukkan dewa Shiva tengah menumbuk dan menghaluskan ganja

ganja-siwa

 

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestDigg this

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *